
Seseorang yang mengamati sel secara sepintas di laboratorium akan "tertipu" oleh penampilannya yang begitu sederhana - seolah-olah tampak mati dan kaku. Sebenarnya masing-masing sel dalam tubuh kita bagaikan kota metropolitan yang tidak henti-hentinya disibukkan oleh berbagai jenis kegiatan.
Sebagaimana layaknya kota metropolitan, setiap sel memiliki ratusan sampai ribuan buah generator tenaga dan pabrik bahan bakar, sistem transportasi, jaringan komunikasi yang rumit, dan sistem penghancur maupun pembuangan sampah. Sel juga memiliki pabrik mutakhir yang menghasilkan aneka ragam produk. Untuk pengoperasian pabrik ini diperlukan sistem impor untuk memasukkan bahan baku tertentu dari luar sel serta sistem ekspor untuk mengirimkan produk jadi yang akan digunakan sel lainnya.
Di dalam sel terdapat juga sistem pertahanan dan keamanan yang menjaga keamanan lingkungan dalamnya serta sistem pertahanan yang melindunginya dari ancaman yang datang dari luar. Di samping itu, tentunya ada juga sistem pemerintahan. Akan tetapi, sistem pemerintahan ini lebih cenerung kaku dan bersifat diktator karena tidak sesuatu pun dapat terjadi dalam sel tanpa komando darinya.
Ada satu kemampuan sel yang cukup unik. Ia mampu menghancurkan tubuhnya sendiri. Ia memiliki kantong-kantong kecil yang mengandung zat penghancur. Kantung ini akan pecah sewaktu sel tersebut mati lalu melepaskan isinya yang kemudian akan menghancurkan struktur sel tersebut. Inilah salah satu penyebab membusuknya makhluk hidup yang telah mati.
BAYI DENGAN BERAT 75 KILOGRAM ?
Satu contoh sel yang paling mengagumkan adalah sel telur pada wanita. sekali dibuahi oleh sperma, sel ini akan berkembang biak sehingga yang tadinya satu akan menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya sampai berjumlah dua triliun pada tubuh seorang bayi yang siap dilahirkan. Ditambah dengan DNA sel sperma, DNA sel telur ini memiliki informasi yang terperinci dan akurat untuk membentuk organ tubuh yang sangat rumit, seperti jantung dan pembuluh darah, paru-paru, hati, tulang, dan otak. Ada juga informasi untuk menentukan warna kulit, ukuran tubuh, bentuk wajah, tingkat IQ, dan sebagainya.
Setiap sel turunan yang dihasilkan oleh gabungan antara sel sperma dan sel telur ini tahu dengan tepat kapan harus berhenti membelah (berkembang biak) sehingga hanya ada dua bola mata, sepuluh jari kaki, dua ginjal serta jari kelingking yang tidak lebih panjang dari jari manis. Untuk mencapai jumlah dua triliun sel, diperlukan hanya 42 kali pembelahan (generasi). Setiap generasi rata-rata akan membelah setiap 6-7 hari. Jadi sebenarnya jika semua sel dalam setiap generasi membelah, hanya dalam enam generasi berikutnya atau dalam tempo satu bulan kemudian kedua triliun sel yang terdapat dalam tubuh seorang bayi yang baru lahir akan mencapai jumlah 100 triliun. Jumlah ini sama dengan yangterdapat pada seorang dewasa dengan berat badan 75 kg.
Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika seorang bayi yang baru lahir langsung bertumbuh menjadi sebesar orang dewasa hanya dalam tempo satu bulan? Hal yang demikian tidak akan permah terjadi karena sel-sel dalam tubuh manusia tidak membelah dengan tidak terkendali. Pembelahan sel terjadi sangant cepat pad awal masa perkembangan embrio (janin) kemudian menjadi melambat seirama dengan umur.
Berbagai jenis dan kelompok sel yang berbeda membelah dengan kecepatan dan dalam waktu yang berbeda pula. Pada kelompok sel tertentu rata-rata kecepatan satu kali membelah dapat dihitung dengan jam, sedangkan pada kelompok lainnya harus dihitung dalam hari, bulan, bahkan tahun. Sel-sel otak seseorang berhenti membelah pada bulan-bulan awal pertumbuhan janin dan tidak akan membelah lagi seumur hidup orang itu. Sel-sel otot pun berhenti membelah pada bulan ketiga pertumbuhan janin. Pertumbuhan selanjutnya adalah hasil pembesaran masing-masing sel tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar